5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia

Menurut data Organisasi Internasional Kopi, Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal ini sebetulnya tidak terlalu mengejutkan karena Indonesia memang memiliki banyak daerah penghasil kopi unggulan. Jika ditotal, setidaknya ada sekitar lima belas daerah di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil kopi terbaik.

Perusahaan Santos Jaya Abadi yang memproduksi Kapal Api pun menggunakan biji kopi dari daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Beberapa daerah di antaranya bisa kamu cari tahu lebih jauh di bawah ini, Temen Ngopi.

Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Pernah meminum kopi yang rasa pahitnya langsung hilang pada tegukan pertama? Kemungkinan besar kopi yang kamu minum berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Umumnya, kopi Toraja identik dengan rasa kecokelatan, tembakau, atau karamel. Tingkat keasamannya juga tidak terlalu tinggi, jadi cocok diminum oleh semua kalangan.

Sebagian besar lokasi yang digunakan untuk budidaya kopi Toraja adalah pegunungan Toraja Utara dan Tana Toraja. Hasil kopinya biasanya juga diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.

Kintamani, Bali

Ada dua cita rasa utama yang umumnya dimiliki kopi asal Kintamani, yakni jeruk (lemony) dan floral. Apabila sudah diseduh, kopi Kintamani memiliki tingkat kekentalan dan keasaman yang sedang. Dibudidayakan di Pegunungan Kintamani dengan sistem pengairan subak, tingkat produksi kopi Kintamani bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 per tahun. Biasanya, hasil produksi akan diekspor ke Eropa, Jepang, Arab, dan Australia.

Flores, Nusa Tenggara Timur

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sebuah daerah daratan tinggi bernama Bajawa di antara Pegunungan Flores. Di lokasi inilah kopi asal Flores ditanam dan dibudidayakan. Umumnya, kopi yang dihasilkan di Flores merupakan kopi Arabika—sama seperti jenis kopi yang digunakan oleh PT Santos Jaya Abadi dalam memproduksi kopi Kapal Api.

Uniknya, kopi Flores memiliki rasa yang cukup beragam, mulai dari cokelat, spicy, tembakau, citrus, hingga kayu. Dengan tekstur yang kental saat diseduh, kopi Flores ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.

Aceh Gayo, Aceh

Tahukah kamu kalau kopi Gayo mendapatkan Fair Trade CertifiedTM dari Organisasi Internasional Fair Trade pada 2010 lalu dan masuk sebagai nominasi kopi terbaik dunia pada International Conference on Coffee Science 2010? Hal ini tidak terlepas dari cita rasa kopi yang memiliki tingkat keasaman seimbang dengan kekentalan yang cenderung ringan.

Bahkan karena keunggulannya tersebut, pada ajang pameran kopi dunia yang diselenggarakan organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland Oregon Convention Center, Amerika Serikat, kopi asal Aceh ini menjadi kopi yang memiliki harga jual termahal.

Wamena, Papua

Jika dibandingkan dengan kopi dari daerah penghasil lainnya, kopi Wamena bisa dikatakan lebih langka. Hal ini diungkapkan oleh seorang barista senior Indonesia, Viki Rahardja, seperti yang dilansir dari situs Kompas. Bahkan pengambilannya terkadang harus dilakukan dengan naik helikopter. Namun, justru karena lokasinya yang sulit dijangkau, kopi Wamena justru punya cita rasa yang semakin enak—tidak terlalu asam maupun manis. Tentu harga jualnya biasanya juga relatif lebih mahal.

Itulah beberapa daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Dari seluruh kopi yang dihasilkan di daerah-daerah tersebut, mana yang sudah pernah Temen Ngopi coba? Atau mungkin kamu juga pernah mencoba kopi dari daerah lainnya? Share with us!