Anda Punya Masalah Perut Buncit?

Perut buncit merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan tahun 2013, 15.4 % penduduk Indonesia dewasa mempunyai masalah dengan obesitas.

Makanan berlemak sering disalahkan sebagai penyebab obesitas. Padahal tanpa kita sadari, makanan manis yang sehari-hari kita konsumsi memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk perut kita.

Menurut dr Dewi Ema Anindia, praktisi kesehatan, gula tidak selamanya manis, terutama bila anda mengonsumsi dalam jumlah berlebihan “ Gula tidak boleh dikonsumsi lebih dari empat sendok makan dalam sehari “.ujar dr Dewi Ema Anindia. Gula mengandung kalori kosong yang dapat memberikan energi secara cepat namun energi tersebut akan cepat hilang, sehingga ada kecendrungan orang ingin terus menerus mengonsumsi gula. “Apabila kita mengonsumsi makanan yang mengandung gula dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini bisa menyebabkan munculnya perut buncit dan resiko penyakit turunannya seperti penyakit diabetes, penyakit jantung koroner, stroke bahkan kerusakan gigi dan mulut“ lanjut dr Dewi Ema Anindia.

Hidup sehat dapat dimulai dengan langkah mudah. Anda tidak perlu melakukan langkah ekstrim dan menyiksa diri dengan tidak mengonsumsi makanan manis sama sekali, namun dapat dimulai dengan hal sederhana “Salah satunya dengan selalu memperhatikan label pada makanan anda“ ujar dr Dewi Ema Anindia “Banyak sekali makanan yang mengandung gula tersembunyi, misalnya nasi, roti, bahkan yoghurt dan jus buah yang tanpa kita sadari juga mengandung gula yang tinggi“ Dengan memperhatikan label pada makanan, anda dapat mengukur jumlah gula yang masuk dalam tubuh anda sehingga anda tahu apakah anda kelebihan mengonsumsi gula atau tidak “Batas empat sendok makan gula sehari itu setara dengan 50 gram“ ujar dr Dewi Ema Anindia. “Salah satu kebiasaan orang yang harus mulai diubah adalah kebiasaan minum kopi dimana biasanya gulanya lebih banyak dibandingkan kopinya“ #guladikitlebihsehat

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.