Apakah Anda Beresiko Diabetes? Cek Disini!!

Diabetes merupakan salah satu penyakit endemis di dunia, termasuk Indonesia. Menurut International Diabetes Federation, terdapat 382 juta orang yang menderita diabetes dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat jumlahnya menjadi 592 juta penderita pada tahun 2035. Indonesia sendiri merupakan negara ke-7 dengan populasi diabetes terbesar di dunia.

Diabetes merupakan suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengelola gula yang masuk ke dalam tubuh dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Gula bisa ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti nasi, roti, kentang, sirup manis, es campur, gula pasir, kue-kue, permen hingga buah-buahan mengandung gula.

Setelah kita mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, maka gula harus segera masuk ke dalam sel tubuh agar tubuh dapat memperoduksi energi. Masuknya gula ke dalam sel tubuh dibantu oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Ketika insulin tidak berfungsi atau tidak dapat diproduksi oleh tubuh, maka gula yang kita konsumsi tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga hanya berdiam di dalam darah dan apabila kita terus menumpuk gula ini maka dapat terjadi kelebihan gula di dalam darah atau yang disebut kondisi hiperglikemia. Kondisi hiperglikemia inilah yang ditemukan dalam penyakit diabetes.

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa diabetes merupakan penyakit keturunan. Diabetes terdiri dari dua jenis yaitu diabetes melitus tipe 1 (DM tipe 1) dan tipe 2 (DM tipe 2). DM Tipe 1 disebabkan karena keturunan dan pada umumnya muncul sejak dini bahkan dapat muncul ketika balita. DM Tipe 2, pada umumnya muncul pada usia dewasa dan seringkali disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. DM Tipe 2 dapat muncul oleh karena fungsi insulin yang kurang aktif. Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan gula tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh sehingga terjadi kelebihan kadar gula di dalam darah. 90 % kasus diabetes bukanlah berasal dari keturunan namun disebabkan karena gaya hidup yang salah, yaitu pola makan yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan gula secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan juga karena kurangnya aktifitas fisik tubuh. Kedua hal ini akan menyebabkan obesitas, dimana obesitas merupakan faktor resiko utama munculnya diabetes. Oleh karena itu, disarankan bila kita mempunyai berat badan berlebih, ada baiknya mulai berkonsultasi dengan dokter.

Ketika seseorang sudah terdiagnosa DM tipe 2 maka pada umumnya sudah terjadi kerusakan di berbagai organ tubuh. Jahatnya penyakit diabetes adalah bahwa penyakit ini akan merusak pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil di dalam tubuh secara diam-diam. Kerusakan inilah yang bisa menimbulkan komplikasi kebutaan, kerusakan ginjal, kerusakan jantung, hingga kematian pada penyakit diabetes. Oleh karena kerusakan terjadi perlahan dan tidak dirasakan sehingga penyaktit ini seringkali disebut sebagai silent killer disease.

Hidup sehat dapat dimulai dengan langkah mudah. Anda tidak perlu melakukan langkah ekstrim dan menyiksa diri dengan tidak mengonsumsi makanan manis sama sekali, namun dapat dimulai dengan hal sederhana “Salah satunya dengan selalu memperhatikan label pada makanan anda“ ujar dr Dewi Ema Anindia “Banyak sekali makanan yang mengandung gula tersembunyi, misalnya nasi, roti, bahkan yoghurt dan jus buah yang tanpa kita sadari juga mengandung gula yang tinggi“ Dengan memperhatikan label pada makanan, anda dapat mengukur jumlah gula yang masuk dalam tubuh anda sehingga anda tahu apakah anda kelebihan mengonsumsi gula atau tidak.

Hal sederhana lain yang dapat anda lakukan adalah makan secara cerdas. “Bila anda tidak mengetahui kandungan gula dalam makanan anda, biasakan untuk mengonsumsi makanan dengan gula sedikit, misalnya ketika anda membuat kopi atau teh, gulanya jangan lebih dari satu sendok makan. Dengan demikian anda tidak perlu mengorbankan indera perasa anda“ ujar dr Dewi Ema Anindia.

Selain mengurangi konsumsi gula, hal yang perlu dilakukan adalah olahraga secara teratur dan mengurangi tingkat stress. “Dalam seminggu diusahakan berolahraga 3 kali seminggu dengan rentang waktu 45 menit – 1 jam“ ujar dr Dewi Ema Anindia.

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.