Hidup Sehat : Olah Raga Saja Tidak Cukup!

Olahraga merupakan hal yang sangatlah penting. Badan organisasi kesehatan dunia, WHO menyarankan agar seorang dewasa melakukan olahraga selama 50 – 60 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

“Olahraga yang rutin dibuktikan dapat mengurangi berbagai macam resiko penyakit seperti penyakit jantung koroner, diabetes, bahkan hipertensi“ ujar dr Dewi Ema Anindia, praktisi kesehatan.“ Namun, untuk hidup sehat, olah raga saja tidak cukup karena yang tidak kalah penting adalah menjaga pola makan“. Menurut dr Dewi, dewasa ini banyak orang sudah mulai sadar untuk mulai hidup sehat. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya minat terhadap acara olahraga seperti lomba lari atau sekedar jalan santai di acara car free day. Namun, kebiasaan hidup sehat tersebut tidak diikuti dengan menjaga pola makan. “Bahkan, banyak dari kita yang sebelum atau sesudah olah raga makan secara berlebihan“ ujar dr Dewi Ema Anindia.

Salah satu pola makan yang harus di jaga adalah membatasi konsumsi gula. Berdasarkan data penelitian Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, 53.1 % penduduk Indonesia yang berusia diatas 10 tahun, mempunyai kebiasaan konsumsi gula yang tergolong kebiasaan konsumsi makanan beresiko penyakit.

Gula tergolong sebagai karbohidrat sederhana. Makanan golongan karbohidrat sederhana akan secara cepat dicerna oleh tubuh yang artinya makanan jenis ini bisa memberikan efek menambah energi secara cepat untuk tubuh namun energi tersebut akan cepat hilang juga. Menurut dr Dewi Ema Anindia, hal inilah yang dapat menyebabkan kita seakan-akan “ketagihan” untuk mengonsumsi makanan golongan ini secara terus menerus.

“Tidak heran bagi yang tidak pernah menjaga pola makan, biasanya sebelum atau sesudah olah raga pasti mempunyai keinginan untuk konsumsi makanan manis secara berlebihan“ ujar Dr Dewi Ema Anindia. Menurut WHO, dalam sehari, kita hanya boleh mengonsumsi gula tidak lebih dari empat sendok makan.

Kebiasaan lain yang berhubungan dengan gula yang sering luput dari perhatian kita adalah sewaktu mengonsumsi kopi. “Biasanya kita minum kopi, gulanya lebih banyak dibandingkan kopi nya“ ujar dr Dewi Ema Anindia. #guladikitlebihsehat

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.