Ingin Umur Panjang, Bukan hanya butuh Olahraga

Pola hidup yang sehat seperti rajin berolahraga telah banyak dibuktikan dapat mengurangi berbagai macam resiko penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menemukan bahwa seseorang yang menjalankan pola hidup sehat mempunyai umur tujuh tahun lebih lama bila dibandingkan populasi pada umumnya.

World Health Organization menyarankan agar kita berolahraga minimum 150 menit dalam 1 minggu atau lebih mudahnya 50 – 60 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Namun untuk hidup sehat, kita juga perlu menjaga asupan makanan ke dalam tubuh kita.

Dr Dewi Ema Anindia, pakar kesehatan mengatakan setelah berolahraga, ada kecenderungan seseorang menjadi kalap dan tidak jarang menyebabkan jumlah kalori yang di dikonsumsi lebih besar dibandingkan kalori yang dikeluarkan saat berolahraga “ Makanan yang mengandung cukup protein seperti telur dapat dikonsumsi untuk memperbaiki jaringan otot yang dikombinasikan dengan makanan golongan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang. Anda juga tetap bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung lemak baik seperti alpukat dan kacang “ ujar Dr Dewi Ema Anindia.

Dalam kehidupan sehari hari, yang juga perlu kita hindari ada konsumsi gula berlebih. Berdasarkan data penelitian Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, 53.1 % penduduk Indonesia yang berusia diatas 10 tahun, mempunyai kebiasaan konsumsi gula yang tergolong kebiasaan konsumsi makanan beresiko penyakit.

Menurut WHO (World Health Organization) dalam sehari, kita hanya boleh mengonsumsi gula tidak lebih dari empat sendok makan. “ Salah satu kebiasaan orang yang harus mulai diubah adalah kebiasaan minum kopi dimana biasanya gulanya lebih banyak dibandingkan kopinya “ ujar dr Dewi Ema Anindia.

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.