Ini Dia Perbedaan antara Kopi Arabika dan Robusta

Temen Ngopi, apa kamu sadar bahwa meskipun budaya ngopi sangat kuat di Indonesia, masyarakat sini sebenarnya cenderung asal-asalan dalam minum kopi? Kamu mungkin pernah bertemu teman atau kenalan yang mengaku pecinta kopi, tapi begitu ditanya ingin minum kopi apa, jawabannya tidak jauh-jauh dari, “Terserah, yang penting minum kopi.” Seakan mereka tidak memperhatikan aroma, rasa, bahkan kualitas kopi itu sendiri.

Padahal, di dunia ada banyak sekali jenis kopi dengan varian rasa yang berbeda-beda. Bahkan di Indonesia sendiri ada setidaknya tiga puluh jenis kopi, tentu dengan aroma dan yang berbeda-beda pula. Dari sekian banyak varian kopi, dua jenis yang sering dijumpai adalah kopi Arabika dan Robusta. Bahkan kedua jenis kopi ini juga yang digunakan oleh Kapal Api dalam membuat produk kopi yang aroma dan rasanya jelas lebih enak.

Bagi orang awam, mungkin aroma dan rasa kopi Arabika maupun Robusta tidak akan terasa begitu berbeda. Padahal, tentu saja keduanya memiliki karakteristik masing-masing yang memberi perbedaan cukup signifikan. Apa saja perbedaan tersebut?

Aroma dan rasa

Aroma dan rasa menjadi pertimbangan utama seseorang dalam meminum kopi. Jadi, wajar apabila ada Temen Ngopi yang sangat pemilih untuk urusan aroma dan rasa kopi. Untuk masalah aroma, kopi Robusta yang belum disangrai memiliki aroma yang akan mengingatkanmu dengan kacang-kacangan. Sedangkan, kebanyakan kopi Arabika memiliki aroma yang wangi seperti buah-buahan atau bunga-bungaan. Beberapa bahkan juga disertai aroma kacang-kacangan, lho.

Keragaman aroma kopi Arabika ternyata juga berlaku pada cita rasanya. Kopi Arabika tidak memiliki satu rasa yang seragam karena hal ini tergantung dari tempat kopi tumbuh dan proses pengolahannya. Jadi, jangan heran kalau kopi Arabika yang kamu minum memiliki rasa cenderung manis atau justru sangat kuat kopinya.

Nah, apabila dibandingkan dengan kopi Robusta, kopi Arabika memiliki tingkat keasaman yang relatif lebih tinggi. Namun, kopi Robusta mengandung kafein lebih banyak sehingga akan terasa lebih pahit. Cita rasa kopi Robusta cenderung sama dalam setiap racikan, berbeda dari kopi Arabika yang punya banyak rasa.

Kafein

Sebagai informasi, tidak semua jenis kopi memiliki kafein yang tinggi. Besarnya kandungan kafein di dalam kopi sangat mempengaruhi rasa dari kopi tersebut. Di dalam kopi Robusta, kandungan kafeinnya mencapai 2.2%—cukup banyak untuk ukuran kopi. Sedangkan, pada kopi Arabika, kandungan kafeinnya hanya 1.1% sehingga rasanya bisa lebih bervariasi. Itulah mengapa kopi Robusta memiliki cita rasa yang relatif lebih kuat dan tajam.

Bentuk biji kopi dan tempat tumbuh

Idealnya, kopi Arabika harus ditanam di lahan dengan ketinggian melebihi 1.000 mdpl. Hal ini berbanding terbalik dari kopi Robusta yang bisa ditanam di lahan dengan ketinggian di bawah 1.000 mdpl. Uniknya, meski ditanam di lahan yang lebih rendah dan seharusnya relatif lebih mudah dijangkau, jumlah kopi Robusta di dunia justru lebih sedikit dari kopi Arabika.

Saat sudah saatnya panen, kamu bisa melihat bahwa biji kopi Robusta punya ukuran yang lebih kecil dari kopi Arabika. Bbentuknya cenderung lebih bulat daripada kopi Arabika, dengan ukuran biji yang tergantung dari varietasnya. Sedangkan, biji kopi Arabika cenderung lebih lonjong dan pipih apabila dibandingkan dengan kopi Robusta.

Dengan berbagai karakteristik yang telah dijelaskan di atas, umumnya kopi Arabika mempunyai harga sedikit lebih mahal daripada kopi Robusta. Namun, kamu tak perlu khawatir akan kualitas aroma dan cita rasa keduanya, apalagi jika kamu membeli produk kopi buatan Kapal Api di bawah PT Santos Jaya Abadi, yang tak hanya mengedepankan kualitas biji kopi, tapi juga setiap prosesnya.