Kurangi Gula, Hidup Sehat Bebas Diabetes!

Memperingati hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November, adalah momentum untuk menyadari bahwa diabetes merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai. Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2013, Indonesia merupakan negara ke-7 dengan populasi penderita diabetes terbesar di dunia.

Menurut dr Dewi Ema Anindia, pakar kesehatan, diabetes bukan hanya disebabkan oleh faktor keturunan namun juga karena pola hidup konsumsi gula berlebih “Diabetes sangat jahat, hingga kerap dinamakan sebagai penyakit silent killer karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada organ tubuh, kebutaan, sakit ginjal, bahkan sampai menyebabkan amputasi dan kematian“.

Dr Dewi Ema Anindia mengatakan dalam sehari kita hanya boleh mengonsumsi gula tidak lebih dari empat sendok makan per hari untuk terhindar dari resiko diabetes. Hanya saja, seringkali kita sulit sekali untuk membatasi konsumsi gula karena indera perasa kita sudah terbiasa dengan makanan dan minuman manis “Salah satunya adalah ketika kita membuat kopi, biasanya kopinya hanya satu sendok tetapi gulanya dua sampai tiga sendok“ ujar dr Dewi Ema Anindia.

“Hidup sehat dapat dimulai dengan langkah mudah. Bila anda tidak mengetahui kandungan gula dalam makanan anda, biasakan untuk mengonsumsi makanan dengan gula sedikit, misalnya ketika anda membuat kopi atau teh, gulanya jangan lebih dari satu sendok makan. Dengan demikian anda tidak perlu mengorbankan indera perasa anda“ ujar dr Dewi Ema Anindia.

Kapal Api Less Sugar merupakan salah satu inovasi dari Kapal Api untuk menjawab kebutuhan kopi berkualitas yang berpadu sempurna dengan sedikit gula. Semangatkan harimu dengan kopi hitam sedikit gula. Lebih sehat rasa tetap enak #guladikitlebihsehat

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.