Pengetahuan tentang Kopi yang Wajib Diketahui Para Pemula

Kopi merupakan salah satu minuman yang populer di seluruh dunia. Tak hanya nikmat, manfaatnya yang mampu membuat orang tetap terjaga membuat kopi hampir selalu dijadikan sebagai solusi bagi mereka yang ingin bekerja hingga larut malam. Selain itu, kopi juga banyak dijadikan sebagai teman untuk menghabiskan waktu berbincang-bincang dengan orang kesayangan, termasuk kopi Kapal Api yang aroma dan rasanya jelas lebih enak.

Nah, apakah Temen Ngopi akhir-akhir ini merasa mulai suka kopi? Apa kamu sudah tahu apa saja fakta menarik kopi? Jangan hanya dinikmati saja, sebagai seorang pecinta kopi yang masih pemula, kamu juga harus mengetahui berbagai fakta menarik tentangnya. Seperti berikut beberapa di antaranya.

Jangan bangga mengaku pecinta kopi kalau belum tahu sejarah kopi itu sendiri

Sejarah kopi pertama kali tercatat pada abad ke-9. Awalnya, biji kopi hanya ditemukan di Benua Afrika, tepatnya kawasan Etiopia. Pada waktu itu, masyarakat Etiopia mengonsumsi kopi untuk memenuhi kebutuhan energi. Nah, baru setelah beberapa abad kemudian, kopi mulai tersebar di Semenanjung Arab. Berbeda dengan bangsa Etiopia yang masih mengolah kopi secara tradisional, bangsa Arab sudah tahu cara mengambil sari kopi pada waktu itu. Dari sini, kopi semakin populer mengingat manfaatnya yang mampu menahan kantuk.

Kepopuleran kopi merambah ke Benua Eropa. Adalah bangsa Belanda sebagai orang Eropa pertama yang membudidayakan biji kopi setelah biji tersebut masuk ke Eropa pada tahun 1615. Selanjutnya kopi mulai menyebar ke Prancis dan tempat lainnya di Eropa. Hingga di tahun 1727, kopi mulai menjamah ke benua Amerika dan mulai dibudidayakan di Brasil.

Ada tiga macam biji kopi, lho!

Kamu yang masih pemula mungkin berpikir bahwa kopi sama saja karena rasanya pahit. Wah, jangan salah, Temen Ngopi. Kopi memang memiliki rasa yang agak pahit, tapi bukan berarti semua kopi sama. Sensasi rasa yang ditimbulkan berbeda-beda, lho. Setidaknya, ada dua macam biji kopi yang perlu kamu ketahui, yakni biji kopi arabika dan biji kopi robusta.

Biji kopi arabika adalah salah satu biji kopi populer saat ini karena memiliki cita rasa terbaik. Biji kopi yang pertama kali ditemukan di Etiopia inilah yang berkembang menjadi biji kopi arabika. Ciri dari biji kopi ini adalah kecil dan warnanya hijau. Ada juga yang berwarna merah gelap. Biji kopi arabika banyak tumbuh di daerah iklim tropis.

Sedangkan biji kopi robusta berasal dari Kongo. Kopi robusta mengandung kafein yang lebih tinggi sehingga tak heran jika rasanya lebih asam. Biji kopi robusta cocok untuk kamu yang ingin senasi lebih kuat dalam menikmati kopi. Untuk soal harga, dibanding biji kopi arabika, kopi robusta relatif lebih murah.

Mungkin kamu juga sering mendengar tentang kopi luwak. Kamu pun bertanya-tanya apa sih sebenarnya kopi luwak ini? Nah, kopi luwak sebenarnya berasal dari biji kopi arabika. Cara membuatnya yang unik membuat kopi ini memiliki rasa yang berbeda. Tak heran jika harganya lebih mahal dari biji kopi arabika maupun robusta. Caranya, luwak akan memakan biji kopi tersebut dan bagian dalam biji kopi yang tidak bisa dicerna oleh sang luwak akan ikut keluar bersama kotorannya. Karena sudah mengalami proses fermentasi di dalam perut luwak, maka biji kopi yang dikeluarkan tersebut rasanya juga berbeda.

Ketahui juga proses pembuatan kopi

Oh ya, kopi yang kamu nikmati tidak begitu saja diambil dari pohon lalu disajikan. Masih ada serangkaian perjalanan yang harus ditempuh oleh kopimu sebelum ia bisa sampai ke cangkir untuk siap dinikmati. Pertama-tama, buah kopi yang sudah siap panen akan dipetik dan dipisahkan. Karena yang akan dinikmati adalah bijinya, maka para petani harus memisahkannya dari daging buah. Baru setelah itu biji kopi akan dijemur hingga kering.

Tujuan dari mengeringkan biji kopi adalah untuk mengurangi kadar air pada biji kopi agar kopi bisa menghasilkan cita rasa yang sempurna ketika nanti diolah. Setelah dijemur, biji kopi ini siap disangrai. Biji kopi yang siap disangrai ini warnanya masih kehijauan. Baru setelah disangrai, warnanya akan berubah menjadi kehitaman atau kecokelatan, tergantung jenis metode sangrai yang diminati.

Setelah disangrai, baru kemudian biji kopi digiling hingga menjadi kopi bubuk. Kopi bubuk inilah yang kemudian akan diolah melalui beberapa metode penyajian untuk menghasilkan minuman kopi hangat yang siap di meja Temen Ngopi.

Ketahui cara pengolahan kopi

Tak hanya kopi hitam, ada banyak jenis pengolahan kopi yang perlu kamu tahu. Kalau kamu pergi ke coffee shop, ada menu espresso, latte, cappuccino, dan masih banyak lagi lainnya. Espresso merupakan cara penyajian kopi yang dilakukan dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas. Pada umumnya, proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin espresso khusus yang bisa menjaga temperatur kopi tetap stabil sehingga bisa menghasilkan kopi dengan cita rasa yang lezat, seperti kopi Kapal Api. Dalam proses ini, kualitas air, durasi waktu, serta suhu harus diperhatikan dengan baik. Umumnya, suhu yang ideal untuk metode ini adalah 90-96 derajat Celcius.

Kopi yang sudah diseduh ini kemudian ada yang disajikan langsung dan ada yang ditambah dulu dengan susu. Susu bisa memberi cita rasa kopi agar lebih kaya. Inilah yang disebut kopi latte. Kopi latte dibuat dengan cara mencampurkan kopi espresso dan susu dengan perbandingan 2: 1. Dibanding espresso, kopi latte memiliki rasa pahit yang levelnya relatif lebih rendah sehingga bagi mereka yang kurang suka kopi atau masih pemula, latte ini bisa menjadi alternatif.

Kenapa kopi rasanya pahit?

Percaya atau tidak, biji kopi sebenarnya tidak memiliki rasa yang pahit. Rasa pahit yang dihasilkan oleh kopi ini berasal dari proses sangrai yang dilakukan sebelum kopi siap digiling. Jadi, tak heran kalau tingkat kepahitan rasa kopi berbeda-beda. Selain itu, alasan lain kenapa kopi bisa pahit adalah dari sifat dari biji kopi sendiri. Berbagai metode yang dilakukan selama proses pengolahan kopi juga bisa mempengaruhi tingkat kepahitan biji kopi. Semakin halus bubuk kopi, maka idealnya kopi juga cenderung lebih pahit.

Cara kamu menyeduh kopi juga bisa berpengaruh pada rasa kopi itu sendiri lho, Temen Ngopi. Biasanya, semakin panas suhu air yang kamu pakai untuk menyeduh kopi, maka akan semakin pahit kopi yang kamu hasilkan. Hal ini disebabkan karena suhu yang panas bisa mendorong biji kopi untuk mengeluarkan sifat asamnya. Inilah yang membuat kopi seduhanmu terasa makin pahit.

Kalau Teman Ngopi ingin menikmati kopi yang lezat dengan membuatnya di rumah, pilih saja kopi Kapal Api yang terbuat dari biji kopi pilihan. Aroma dan cita rasanya dijamin jelas lebih enak!