Serba-serbi Kopi Kapal Api

Menjadi merek kopi yang telah eksis sejak puluhan tahun lalu tidak otomatis membuat pekerjaan PT Santos Jaya Abadi dalam memasarkan kopi menjadi mudah. Sekalipun sudah menjadi produsen kopi berskala internasional, pola pikir masyarakat yang menganggap kopi produksi luar negeri jauh lebih enak menjadi suatu tantangan tersendiri bagi PT Santos Jaya Abadi.

Padahal, jika masyarakat Indonesia mau sedikit mengurangi gengsi dan mengetahui fakta, biji kopi yang digunakan oleh merek-merek kopi terkenal di Indonesia juga tidak berbeda dengan biji kopi yang digunakan oleh merek-merek kopi luar negeri, salah satunya adalah kopi Kapal Api. Kopi yang diproduksi oleh PT Santos Jaya Abadi ini bahkan bisa dibilang lebih baik karena terjaganya hubungan baik dengan para petani kopi di berbagai daerah sejak puluhan tahun lalu. Tidak heran jika hasil panen yang didapat adalah kualitas terbaik, namun memiliki harga yang kompetitif.

Sistem Produksi yang Sudah Sesuai Standar dan Regulasi

Kopi Kapal Api menggunakan kopi Arabika dan Robusta pilihan. Sistem produksinya juga telah disesuaikan dengan standard dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu, setiap kali kamu meminumnya, maka kamu akan mendapatkan aroma dan rasa yang jelas lebih enak. Tidak hanya itu, semua produk kopi Kapal Api juga telah disertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut menandakan bahwa kopi Kapal Api halal untuk dikonsumsi, sebuah keunggulan yang belum tentu kamu dapatkan jika meminum kopi-kopi produksi luar negeri.

Kopi Kapal Api juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 dan ISO 22000:2005 dari Badan Sertifikasi Lloyd, serta terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Semua sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa kopi Kapal Api adalah produk dengan mutu dan keamanan pangan yang sangat terjamin.

Banyaknya Mitos Soal Kopi yang Beredar

Selain cara berpikir masyarakat Indonesia yang kebanyakan masih dibelenggu oleh prinsip barang impor lebih bagus, PT Santos Jaya Abadi juga harus memerangi mitos-mitos soal kopi yang berseliweran di mana-mana. Beberapa orang memilih untuk tidak meminum kopi karena menganggap bahwa kopi akan membawa dampak yang kurang baik terhadap kesehatan atau menyebabkan kecanduan. Padahal dengan jumlah konsumsi yang tepat, mengonsumsi kopi secara rutin justru membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Pada tahun 2015, Federal Advisory Committee, komite yang juga aktif dalam penulisan Dietary Guidelines for Americans, dalam situs web The Washington Post menjelaskan bahwa meminum kopi (dengan takaran yang moderat) tidak memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis. Bahkan, meminum kopi (paling banyak) lima cangkir sehari (± 400 mg) bisa berdampak baik bagi kesehatan, contohnya menurunnya risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Studi juga menunjukkan bahwa secara rata-rata, kesehatan peminum kopi tidak lebih buruk daripada mereka yang tidak minum kopi.

Data serupa juga diberikan oleh Dietary Guidelines Advisory Committee 2015. Dalam laporan tersebut, dijelaskan bahwa meminum kopi 1-4 cangkir/hari dapat mengurangi resiko kematian hingga 3-4%. Selain itu, risiko kematian akibat sakit jantung (cardiovascular disease) juga berkurang hingga 8-16% bagi peminum kopi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PT Santos Jaya Abadi membuat sebuah program bernama #BaristaMuda yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya mahasiswa dan mahasiswi, mengenai kopi: mulai dari pengolahan di kebun hingga penyajian di meja-meja kedai kopi. Selain itu, PT Santos Jaya Abadi juga secara konsisten melakukan komunikasi pemasaran untuk terus meyakinkan konsumen bahwa kualitas kopi Kapal Api mampu bersaing dengan kopi-kopi luar negeri terkenal lainnya.