Wow, Gula Ternyata Bisa Bikin Sakit Hati!

Ternyata yang bisa membuat sakit hati bukan hanya patah hati lho, Apakah Anda mengetahui bahwa gula juga bisa bikin sakit hati? Apakah benar? Simak penjelasannya di bawah ini!

Makanan manis termasuk gula merupakan makanan yang dikelompokkan ke dalam makanan jenis karbohidrat. Dalam diet kita sehari-hari pasti tidak akan lepas dari karbohidrat. Nasi, kentang, spaggeti, mie, kue, sirup manis, es krim, hingga gula dapur semua merupakan jenis makanan karbohidrat.

Karbohidrat memiliki banyak macam. Menurut Dr Dewi Ema Anindia, Praktisi kesehatan, gula yang bisa menyebabkan sakit hati adalah gula yang dinamakan fruktosa. Karbohidrat jenis fruktosa bisa ditemukan di berbagai jenis makanan dan minuman seperti minuman bersoda, jus buah dalam botol, yogurt yang manis, permen, bahkan di kue-kue kering. Pada umumnya fruktosa bisa ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman manis.

Menurut Dr Dewi Ema Anindia, Fruktosa merupakan jenis gula yang hanya dapat dicerna di dalam hati. Hati merupakan organ yang sangatlah penting di tubuh kita yang terletak di perut sebelah kanan tepat dibawah paru-paru kanan. Apabila kita mengonsumsi fruktosa dalam batas yang wajar maka tidak akan bermasalah. Ketika kita mengonsumsi fruktosa di luar batas normal makan hal inilah yang akan menimbulkan masalah pada tubuh. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung fruktosa seperti permen maka kandungan fruktosa yang masuk ke dalam tubuh Anda akan dirubah oleh hati menjadi lemak. Nah, ketika Anda mengonsumsi fruktosa dalam jumlah yang besar, maka bayangkan saja berapa banyak lemak yang akan terbentuk.

“Pembentukan lemak inilah yang akan berpotensi tertimbun di dalam hati sehingga dapat memicu timbulnya penyakit hati“ ujar Dr Dewi Ema Anindia “Penyakit hati yang timbul dinamakan Non-Alcoholic Fatty Liver Disease atau popular disebut sebagai NAFLD. Apabila dilihat pada mikroskop maka akan terlihat timbunan-timbunan lemak di dalam hati“ lanjut Dr Dewi Ema Anindia

Pada umumnya, penyakit ini dapat hilang dengan sendiri apabila kita misalnya melakukan diet, mengurangi konsumsi gula berlebihan ataupun olahraga. “Salah satunya mengonsumsi makanan dan minuman less sugar“ lanjut dr Dewi Ema Anindia. #guladikitlebihsehat

Artikel oleh dr. Dewi Ema Anindia untuk Kapal Api Less Sugar

Dr. Dewi Ema Anindia merupakan seorang Dokter Umum yang lulus dari Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2012. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, saat ini praktek sebagai seorang Dokter Umum di sebuah Klinik Penyakit Dalam di daerah Jakarta Selatan. Setelah lulus dari Universitas, dr. Ema banyak berkecimpung di berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang Asisten Peneliti di Divisi Tropik dan Infeksi di Departement Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI. Pekerjaan ini yang membuatnya tertarik dengan Ilmu Immunologi sehingga Ia sempat mengkuti pelatihan tentang Ilmu Imunologi di Rice University, Texas. Ia juga pernah mengajar Ujian Kompetensi Dokter di Bimbingan Belajar Optima. Selain itu, dr. Ema sangat gemar menulis yang membuatnya bekerja sebagai seorang Editor Medis di sebuah website kesehatan bernama www.klikdokter.com. Diluar kesibukannya sebagai dokter, pada tahun 2016 dr. Ema mendirikan sebuah organisasi sosial yang bernama Hope For All Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan serta pendidikan. Selain dunia kedokteran, dr. Ema juga berkecimpung di dunia Fashion dimana Ia mendirikan sebuah merek baju bernama Cocotier yang saat ini dijual di sebuah Department Store di Jakarta. Selain mendesign baju, dokter dengan badan semampai ini sangat gemar berolahraga, olahraga yang menjadi kegemarannya adalah Muay Thai.